foto1
Program Studi dengan Akreditasi B BAN-PT
foto1
Prodi Pendidikan Biologi adalah Prodi pertama di STKIP PGRI Sumatera Barat
foto1
Salam Lestari, Salam Konservasi
foto1
Omne Vivum ex Ovo, Omne Ovum ex Vivo
foto1
Save Our Mangrove

Login Form

Kuliah Lapangan Terpadu (KLT)

Program Studi Pendidikan Biologi

Kuliah Lapangan Terpadu (KLT) merupakan salah satu kegiatan praktikum di lapangan yang dilaksanakan secara rutin 1 tahun sekali oleh Program Studi Pendidikan Biologi. Pada kegiatan praktikum lapangan ini, mahasiswa biologi diperkenalkan dengan alam dan belajar langsung dari alam yang merupakan inti dari ilmu biologi itu sendiri, dan biologi adalah satu dengan alam, yaitu bagian yang tidak bisa dipisahkan dari alam itu sendiri. Perlu adanya konstribusi kegiatan praktikum lapangan pada peningkatan pemahaman serta perluasan wawasan pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, dan teori) mahasiswa. Konstribusi ini hanya dapat terwujud jika ada kegiatan praktikum yang bersifat memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengindera fenomena alam dengan segenap inderanya (peraba, penglihat, pengecap, pendengar dan pembau). Pengalaman langsung mahasiswa dengan fenomena alam menjadi prasyarat vital untuk pemahaman materi perkuliahan.

Gambar1. Tenda peserta KLT di lokasi KLT

 

Gambar2. Foto Pimpinan Program Studi Pendidikan Biologi

Pada pelaksanaan Kuliah Lapangan Terpadu beberapa mata kuliah yang dilangsungkan pada Semester Genap 2018/2019 yang merupakan mata kuliah wajib dan pilihan seperti Ekologi Hewan, Pengelolaan Perairan Tawar, Pengetahuan Lingkungan, Taksonomi Tumbuhan Tinggi, Taksonomi Vertebrata dan Morfologi Tumbuhan dilakukan secara terpadu dan terorganisir yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Biologi. Selain terpadu dan terorganisir, kegiatan dapat dilakukan sekaligus dalam suatu wahana (lapangan) yang memfasilitasi semua kegiatan praktikum tersebut dan juga adanya kolaborasi dan kerjasama mata kuliah yang satu dengan yang lainnya dalam pengambilan sampel sehingga akan mempermudah kegiatan praktikum tersebut.

KLT merupakan penunjang kegiatan pembelajaran oleh mahasiswa. Mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh pada proses perkuliahan. Selain dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari, kuliah lapangan juga membantu menambah pengetahuan atau wawasan mahasiswa. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung di alam dalam hal melakukan eksplorasi dan observasi ekosistem, keanekaragaman hayati, pengumpulan dan analisis data lapangan untuk bahan kajian ekologis, serta kajian umum tentang struktur dan fungsi ekosistem. 

Kuliah lapangan ini dilaksanakan oleh angkatan yaitu 2016 (Ekologi Hewan dan Pengelolaan Perairan Tawar), 2017 (Taksonomi Vertebrata dan Taksonomi Tumbuhan Tinggi) dan 2018 (Pengetahuan Lingkungan dan Morfologi Tumbuhan). Kegiatan Kuliah Lapangan dibimbing langsung oleh dosen pembina mata kuliah dan dibantu oleh dosen lainnya yang terlibat pada kegiatan lapangan serta beberapa orang asisten praktikum dari mahasiswa. Mahasiswa melakukan pengamatan di lapangan berdasarkan arahan dan penuntun kuliah lapangan yang telah diberikan sebelumnya.

Lokasi kegiatan kuliah lapangan ini bertempat di Korong Tungka Kampuang Panyalai Nagari Koto Baru Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman. Pemilihan lokasi ini didasarkanmasih tingginya keanekaragaman hayati yang terdapat di hutan,terdapat sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat, dan tidak jauhnya lokasi dari rumah penduduk.

Adapun kegiatan masing-masing mata kuliah yang dilakukan di lapangan adalah sebagai berikut;

a)  Pengetahuan Lingkungan; melakukan survey dan wawancara mengenai sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat, survey ekosistem darat dan eksosistem perairan tawar (sungai) yang digunakan oleh masyarakat untuk beraktifitas serta permasalahan yang ditemukan pada ekosistem tersebut.

b)  Taksonomi Vertebrata; memasang perangkap ikan (bubu), burung dan kelelawar (missnet) dan tikus, pengamatan burung secara visual dan koleksi ikan sungai serta koleksi Vertebrata malam (khusus herpetologi).

c)  Ekologi Hewan; pengukuran faktor fisika kimia darat dan air, penerapan metode T3, pemasangan fitfall trap, menghitung populasi belut sawah, penerapan metode sensus hewan darat, menghitung populasi hewan air (ikan dan benthos) dan pengambilan semua sampel yang masuk dalam perangkap.

d)  Pengelolaan Perairan Tawar; Pengukuran faktor fisika kimia air sungai, koleksi planton dan perifiton, menghitung populasi ikan dan benthos, dan survey masalah perairan tawar di tempat budidaya dan sungai.

e)  Taksonomi Tumbuhan Tinggi, dan Morfologi Tumbuhan; koleksi tumbuhan yang sesuai dengan kriteria, mencatat ciri-ciri morfologi tumbuhan, pelabelan tumbuhan, dan pengepakan tumbuhan.

Pada masing-masing kegiatan yang telah dilaksanakan, mahasiswa diwajibkan untuk membuat laporan sementara dan diserahkan langsung kepada pembimbing masing-masing mata kuliah di lapangan.

Kegiatan KLT ini diikuti oleh 201 peserta mahasiswa, 22 orang dosen dan tenaga pendidik dan 10 orang asisten lapangan dan panitia mahasiswa. Waktu pelaksanaannya adalah hari Kamis-Sabtu, Tanggal 25-27 April 2019. Kegiatan KLT berjalan dengan lancar dan terorganisir sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Pada kegiatan ini Program Studi Pendidikan Biologi dikunjungi oleh pemuka masyarakat yang mensuport kegiatan KLT  dan juga kunjungan dari Wakil ketua Bidang KEmahasiswaan, Alumni dan Kerjasama serta ketua yayasan.

Selain dari kegiatan KLT, Program Studi Pendidikan Biologi juga melaksanakan kegiatan kecendikiawanan, yaitu membersihkan surau yang ada di dekat lokasi KLT dan kawasan di sekitar sungai. Ini merupakan wujud dari masyarakat madani dan manusia pembina lingkungan serta rasa peduli yang ditunjukkan oleh peserta KLT terhadap lingkungannya. Jadi selain mendapatkan ilmu dari lingkungan, mahasiswa juga memberikan feedback dengan mewujudkan rasa cinta kepada lingkungan.

Kegiatan KLT ditutup pada hari Sabtu, 27 April 2019 Pukul 12.30 wib oleh Ketua Pelaksana dan Koordinator Lapangan dan selanjutnya peserta KLT bersiap-siap untuk menuju kembali ke kota Padang.

Gambar3. Pengarahan oleh pembimbing kepada mahasiswa Pengetahuan Lingkungan sebelum kegiatan

 

Gambar4. Pengarahan pembimbing Taksonomi  Vertebrata sebelum pemasangan perangkap jebak

 

 

Gambar5. Koleksi Tumbuhan yang dilakukan mahasiswa Taksonomi Tumbuhan Tinggi

Gambar6. Pengarahan Dosen Taksonomi Tumbuhan Tinggi mengenai ciri-ciri tumbuhan Tapak Bumi.

Gambar7. Pengepakan tumbuhan yang sudah dikoleksi dari lapangan oleh mahasiswa mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Tinggi

Gambar8. Pemasangan missnet (perangkap burung dan kelelawar.

Gambar9. Pemasangan bubu untuk mengkoleksi ikan dan hewan air 

Gambar10. Menangkap ikan untuk hewan koleksi.

Gambar11. Memasang perangkap tikus.       

Gambar12. Pengambilan sampel tumbuhan oleh mahasiswa Morfologi Tumbuhan.

Gambar13. Pembimbing Morfologi Tumbuhan memonitor mahasiswa pada kegiatan koleksi tumbuhan

Gambar14. Pembimbing memberikan arahan untuk pengepakan tumbuhan sebelum diberi pengawet.