foto1
Program Studi dengan Akreditasi B BAN-PT
foto1
Prodi Pendidikan Biologi adalah Prodi pertama di STKIP PGRI Sumatera Barat
foto1
Salam Lestari, Salam Konservasi
foto1
Omne Vivum ex Ovo, Omne Ovum ex Vivo
foto1
Save Our Mangrove

Login Form

 

Padang-Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dimulai dari tanggal 20-30 September ini. Dalam kegiatan itu berbagai aktivitas kampus akan mereka ketahui dan lalui hingga masa wisuda tiba. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Prof. Dr. Herri, SE, MBA.

Herry menyampaikan sebanyak 1.239 mahasiswa baru yang diterima kuliah di STKIP PGRI Sumbar itu termasuk generasi yang beruntung. "Untuk itu perlu bersyukur bisa kuliah di kampus STKIP PGRI Sumbar ini," kata Herry. Sebab, menurut beliau, ada sekitar 21 juta orang yang masuk kategori usia kuliah di Indonesia ini. Umumnya mereka itu berusia antara 17-23 tahun. "Dari jumlah sebanyak itu, yang tertampung berkuliah di berbagai perguruan tinggi baru sekitar tujuh (7) juta orang saja. Sisanya sekitar 70 persen lagi tidak kuliah," jelas Herry. Untuk itu dirinya menekankan, bagi mahasiswa baru yang bisa kuliah sepatutnya bersyukur, caranya dengan memahami dan mengaplikasikan segala bentuk ilmu yang didapat mahasiswa saat kuliah. "Agar nantinya ilmu yang didapat memberi manfaat bagi diri sendiri dan juga pihak lain," kata Herry memotivasi mahasiswa baru STKIP PGRI Sumbar itu.

Dijelaskan Herry, pendidikan tinggi tidak bisa diselesaikan oleh pihak kampus dan pemerintah saja, namun juga jadi tanggung jawab masyarakat bersama. Soalnya tantangan perguruan tinggi ini semakin meningkat, untuk itu dibutuhkan pengawasan semua pihak. "Saya juga mengingatkan, salah satu persyaratan perguruan tinggi untuk maju adalah mempererat persaudaran dan komunikasi antara pihak perguruan tinggi dengan mahasiswanya, disamping memperhatikan peningkatan mutu dan infrastuktur kampus," kata Herry.

Sedangkan, Anggota DPR RI Komisi X, Endre Saifoel yang juga hadir pada acara PKKMB tersebut menyampaikan bahwa dirinya juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada 70 mahasiswa baru yang diterima di STKIP PGRI Sumbar tersebut. Soalnya, kata Endre Saifoel, dari mahasiswa yang diterima perguruan tinggi ini juga berasal dari berbagai latar belakang perekonomian keluarganya. "Untuk mereka yang kurang mampu dan berprestasi, ada disediakan beasiswa. Mulai dari bidik misi dan beasiswa berprestasi," kata Endre Saifoel.

Untuk STKIP PGRI Sumbar sendiri, lanjutnya, akan ada penambahan kouta penerimaan beasiswa bidik misi dari 70 hingga 75 orang mahasiswa. Untuk mereka berprestasi, disediakan kuota beasiswa untuk 100 orang lebih. Terkait keinginan STKIP PGRI Sumbar menjadi universitas, Endre Saifoel yang akrab disapa Haji Wen, memberikan apresiasi dan dorongannya. "Saya siap membantunya nanti," tegas Haji Wen.  

Sementara, Ketua Yayasan menyampaikan saat ini STKIP PGRI Sumbar sedang menyusun naskah akademik untuk menjadi Universitas. Kalau naskah itu selesai cepat, maka yayasan bersama ketua akan mengajukan perobahan bentuk dari STKIP menjadi Universitas. "Dari segi syarat-syarat kami sudah memenuhi semuanya, mulai dari  sarana dan prasarana, tenaga kependidikan ataupun staf dosen. Tinggal lagi menunggu pihak Assesor BAN-PT untuk reakrediatasi institusi," jelas Dasrizal. Ditambahkannya, merujuk percepatan dari sistem online, biasa jadwal Assesor BAN-PT paling lambat November. "Usai penilaian dari Assesor tersebut, kami akan segera mengusulkan STKIP berobah bentuk menjadi Universitas," kata Dasrizal. 

Ketua STKIP PGRI Sumbar, Zusmelia menyampaikan jumlah mahasiswa yang diterima tahun ini terbilang cukup banyak dibanding penerimaan tahun sebelumnya. "Ada sebanyak 1.239 mahasiswa baru untuk 14 prodi. Artinya ada peningkatan hingga 25 persen di bandingkan tahun lalu, yakni 1.239 orang mahasiswa. Dan paling banyak peminatnya, Prodi Ekonomi," katanya. Melihat makin tingginya anomi masyarakat untuk menguliahkan anaknya di STKIP PGRI Sumbar itu, lanjut Zusmelia, tidak terlepas dari upaya pihak STKIP PGRI Sumbar dan Yayasan untuk terus memperbaiki mutu pendidikan di kampus itu melalui penyediaan tenaga dosen berkualitas serta penambahan fasilitas penunjang di kampus STKIP PGRI Sumbar.

"Selain itu bukti lain dari keseriusan kami meningkatkan mutu pendidikan di STKIP PGRI Sumbar ini dapat dilihat dengan keinginan kami untuk menjadikan kampus ini menjadi Universitas pada 2019 nanti," jelas Zusmelia lagi. Ini berangkat dari persyaratan yang sudah disiapkan pihak perguruan ini untuk bertransformasi menjadi sebuah Universitas baru di Sumbar. "Persyaratan yang sudah kami siapkan itu mulai dari sarana dan prasarana, tenaga kependidikan ataupun staf dosen sudah dipersiapkan secara matang," ujar ketua STKIP PGRI Sumbar itu.

Dirinya menambahkan, saat ini sarana dan prasarananya sudah lengkap, ditambah pula sudah memiliki 265 dosen tetap. Dengan rincian, 12 orang dosen luar biasa, 18 orang dosen bergelar doktor, dan 45 orang dosen diantaranya sedang menyelesaikan kuliah S3. "Artinya, target 2020-2024, minimal 20 persen dosen sudah bergelar doktor," tambah Zusmelia. Disamping itu, terangnya, untuk bidang penelitian, STKIP PGRI Sumbar menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang pertama masuk klaster utama dan rangking 83 se-perguruan tinggi di Indonesia. 

Dengan mengikuti kegiatan PKKMB, lanjut Zusmelia, ini nantinya dapat menjadi bekal untuk mendukung keberhasilan studi para mahasiswa itu di kampus STKIP PGRI Sumbar ini. "Karenanya implementasi PKKMB perlu diperkuat dengan peraturan internal perguruan tinggi agar terhindar dari pelanggaran tata tertib, norma, etika dan hukum," ungkap Zusmelia.

 Upload : Rizki © news.rizkibio.com

Sumber: http://stkip-pgri-sumbar.ac.id/berita/jvR-pkkmb-gerbang-awal-bagi-mahasiswa-baru-stkip-pgri-sumatera-barat